JEDA
Aku bingung mau menuliskan apa malam ini, seperti biasa 'kosong'. Tapi akan ku usahakan, ini bukan cerita tentang rangga dan cinta, bukan cerita tentang tom dan summer, bukan juga cerita 'The Architecture of Love' yang diperankan Nicolas dan Putri Marino yang bahkan ceritanya saja tidak aku tonton sampai habis karena tertidur. Haha benar, waktu itu aku tertidur disampingmu sebelum menyelesaikan film tersebut, diatas kasur ruang satu petak yang hanya ada satu bantal untuk kita berdua. Ah sial jika teringat soal malam itu seakan sunyi menjadi pecah, tubuh yang lelah langsung tertidur berada di sebelah mu.
Pada akhirnya malam itu datang, aku yang terbawa suasana memeluk tubuhmu erat dan sebaliknya engkau pun begitu. Malam itu terasa sangat tenang, aku yang berada di pelukmu pun mulai kebablasan, tangan mulai meraba, peluk semakin erat, malam yang dingin memaksa melakukan lebih dari itu.
Hei nona, jantungmu berdebar lebih kencang dari biasanya, aku mendengar itu saat bersandar di dadamu, mungkin kaupun merasakannya.
Jika ini buku atau sebuah film akan kau beri judul apa?, tapi sudahlah tak perlu dipikirkan, kisah kita berjalan begitu saja tanpa ada awal dan kata mulai, sayangnya kita bertemu disaat kita tidak mau jatuh cinta, jahat kedengarannya, tapi kita sudah sepakat dari awal tentang itu.
Tapi jika aku tanya perihal hubungan, kita sedang berada di hubungan yang seperti apa?, ah lupakan juga soal pertanyaan itu. Tanpa alasan yang jelas kita tiba-tiba dekat, merasa memiliki dan menjaga padahal belum sepakat untuk memulai.
Aku harap kita berada pada posisi kita masing-masing, agar tidak ada patah diantara salah satu dari kita, tidak semua yang kita inginkan harus kita miliki itu memang benar, ada kalanya peristiwa hanya untuk kita jadikan pelajaran.
Mungkin kita bertemu bukan untuk bersama, bisa jadi tuhan mempertemukan kita untuk hal lain, tapi yang aku rasakan kau membuat hidup ini menjadi lebih berwarna lagi setelah sekian lama aku tidak merasakan, tanpa kau sadari kau menyembuhkan luka yang lalu, walaupun pada akhirnya kau pun pergi meninggalkan sedikit luka juga, tapi tak apa, aku berterima kasih atas waktu yang telah kau berikan.
Aku tau aku sedang berada di posisi apa aku sekarang. Jadi pergilah jika duniamu sudah mulai membaik, cari apa yang kau inginkan, kembalilah hidup seperti biasanya, carilah kebahagiaan yang engkau harapkan, dan aku juga sama, aku akan melanjutkan hidupku ini seperti biasanya.
Senang bisa mengenalmu, dan semoga kita akan terus saling kenal.
Perpisahan tak menyedihkan
Yang menyedihkan adalah
Jika saat kita saling bertukar cerita, aku memilih lebih banyak diam dan mendengarkan ceritamu itu, yah bagaimanapun ceritamu lebih berwarna dari pada aku. Doa terbaik untukmu dan keinginan mu itu, semoga lekas tercapai.
Comments
Post a Comment